Sore itu aku melihat,
Seraut wajah tegar yang kukenal,
Datang menghampir, dengan urai air mata
Mengeluh pada tatapannya yang dingin,
Butiran-butiran airmata bak berlian,
Keluar dari matanya yang bening,
Aku terhenyak terhanyut,
Namun aku tetaplah aku,
Takkan bergetar oleh tangis.
Maafkan daku sang penyair,
Melukai hatimu tanpa niat melenyapkan seluruh kata
Diusur waktu, sampai senja itu aku pergi
Makassar, 29 Januari 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar