Ketika itu aku diatas roda-roda,
Menanjak dijalan berliku,
Melawan cuaca dingin merusuk kejantung,
Pesonamu membuatku terhanyut.
Diatas roda-roda aku terus meringkik,
Dikau bak perawan yang tak tersentuh
Tak terjamah, tak ternoda,
Bukit mengintai dialam,
Aku menghela nafas nafas kehidupan
Di deretan pohon pinus,
Embun mengepung lereng gunung,
Dingin seakan lagu manis,
Yang mendendangkan rintik senar dan dawai irama,
Pada alam dengan seribu pesonan,
Aku sadar akan tatapanmu,
Menyeret pada cakrawala, hingga bertemu di buai mahkota dan tahta, betapa kau tak tersentuh
Uluere, 1 Mei 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar