Awie

Selasa, 26 Mei 2009

KETIKA AKU BERDIRI DISINI

KETIKA AKU BERDIRI DISINI
(Abdul Haris Awie)

Ketika aku telah berdiri disini,
Berarti aku siap menerima kenyataan,
Ketika aku telah berdiri disini,
Berarti sesaat kemudian aku menatap lambaian tanganmu.

Ketika aku telah berdiri disini,
Berarti aku siap menyeka airmata,
Di bilur-bilur waktu ketika tak mampu menahan waktu,
Ketika tak ada yang mampu menghindar.

Ketika aku telah berdiri disini,
Genap sudah sebulan aku labuhkan,
Genap sudah sebulan aku menapaki,
Genap sudah sebulan kita duduk bersama,
Makan bersama, tertawa pada alam bersama, bahkan menangis bersama

Alam Cipar dengan Muntea yang dekat dimata jauh dikaki,
Alam Buakang Paliang dengan lekukannya,
Alam Lannying yang membentur dingin,
Alam Bangkeng Bonto dilembah Gunung Susu.

Entah pula Gunung Loka yang bersahaja,
Loka yang ramai,
Selayar yang tersipu malu,

Kita Ke Talakayya yang terbuka
Hingga hinggap di Bungung Barua yang pendiam.

Ketika aku telah berdiri disini,
Mereka kenangan manis yang tertoreh,
Mereka adalah kenangan terindah yang tak terlupa oleh putaran zaman,
Mereka adalah wujud elegi-elegi

Masih teringat peristiwa Parring-parring, ketika melihat 14 orang anak bangsa terkapar kelaparan ditengah pendataan penduduk.

Jika aku atau kau atau mereka menangis, itu bukan berarti penyesalan diujung waktu.
Betapa pengabdian adalah ujian,
Mereka warga parring-parring, muntea juga manusia seperti kita yang duduk disini,

Uluere, 22 Mei 2009

Tidak ada komentar:

ANDA BISA BERGABUNG DISINI

Anda punyi karya sastra (puisi)? jika anda ingin jadi penulis, kirim email anda ke alamat email admint awie_ners@yahoo.com Anda Bebas "Menulis"