Awie

Jumat, 31 Oktober 2008

DETIK AIRMATA (belum selesai)

Abdul Haris Awie


Matahari telah berlalu disenja itu,
Dilantai 2 gedung megah,
Diantara debu yang berhamburan,
Dalam kotak kamar,
Kugapai seorang lelaki tua,
Dengan alas koran menunnaikan kewajiban magrib ini.

Lelaki tua itu tahu aku datang,

2 Juli 2010
Lelaki itu dengan wajah keriput,
Dengan harap,
Anakku..... tinggikan tiang-tiang pertaruangan yang kamu hamparkan,
Anakku.... jangan lelah dan lakukanlah,
Anakku.... aku ikhlas kamu sukses dimasa datang,
Anakku.... kan kuberi yang terbaik hanya untukmu,
Anakku.... bisakah kamu memahamiku.

Usang sejadah, membuat nalarku tak usang
Usap air sembahyang, kudoakan kamu,
Hingga airmata menetesi pipi ini,
Jangan lagi hidup dimasa bodoh

Tidak ada komentar:

ANDA BISA BERGABUNG DISINI

Anda punyi karya sastra (puisi)? jika anda ingin jadi penulis, kirim email anda ke alamat email admint awie_ners@yahoo.com Anda Bebas "Menulis"