LIRIK ANGIN
(Abdul Haris Awie)
Dibacakan Oleh Eka Keswara Putra (UKM SENI PILAR KOTA Akepr Muhammadiyah Makassar) Pada peringatan ..................... IDI di BPRSUD Labuang Baji Makassar
Akar menancap dalam kekar tanah,
Perkasa Batang pohon mengurai cabang dan ranting-rantingnya,
Menggeretak derik diterpaan angin berhembus,
Melahap ditengah badai halilintar menyergap,
Menggeretak derik disayatan kilat menancap,
Menikam pohon di ujung ranting.
Akar menancap kedalam kekar tanah
Perkasa Batang pohon mengurai cabang dan ranting-rantingnya,
Menyerap air laksana kendi-kendi untuk bumi kaki berpijak dikemarau,
Dedaunan lebat tempat berteduh dikala matahari menyengat.
Akar menancap kedalam kekar tanah
Perkasa Batang pohon mengurai cabang dan ranting-rantingnya,
Ketika batang ditebang dengan rakus,
Maka akar tiada daya,
Ketika akar dilain waktu telah rapuh,
Maka batang akan menghempas gemulai runtuh.
Akar menancap kedalam kekar tanah
Perkasa Batang pohon mengurai cabang dan ranting-rantingnya,
Entah siapa yang jadi akar, entah itu kau atau aku, entah
Entah pula siapa yang jadi batang, entah itu aku atau kau, entah
Usai berdebat diarea itu,
Kita adalah satu simpul tak terpisah,
Tak kutancapkan akar kedalam batang,
Pun batang tak kan mampu berubah jadi akar.
Akar menancap kedalam kekar tanah
Perkasa Batang pohon mengurai cabang dan ranting-rantingnya,
Diujung timur dann barat sana,
Dipinggir selatan dan utara sana,
Tak kugapai akar kekar tanpa batang kekar
Pun tak kutemui batang kekar diseling akar rapuh.
Jika kau adalah batang,
Dan angin datang menghempasmu,
Maka genggaman akar akan mencengkram tanah tak memberi restu,
Jikapun kau adalah akar
Dan kemarau mengikis hingga mertakkanmu,
Maka tak berdayamu adalah kehancuran batang.
Mari, lebatkan kembali hutan nusantara,
Aku atau kau akar
Aku atau kau batang
Bukan itu perdebatan penting.
Seragam putih-putih yang melengkat dalam tubuh ini sebagai perawat
Sangat menghargai jas putih yang melengket ditubuhmu sebagai dokter abdi bangsa.
Kita tak akan berhenti sampai disini,
Sampai akar atau batang itu tumbang ditelan bumi,
Sampai semua isi bumi habis dilahap alam.
Makassar, 17 Oktober 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar